Terminal Baru Bandara Juwata Butuh Listrik 555 KVA

0
1679
Bandara Juwata Tarakan (candraadylaksana.com)
Bandara Juwata Tarakan (candraadylaksana.com)
Bandara Juwata Tarakan (candraadylaksana.com)

MBNews,TarakanTerminal baru Bandara Internasional Juwata Tarakan yang direncanakan beroperasi pada awal tahun depan, memerlukan pasokan aliran listrik sekitar 555 Kilo volt ampere (KvA). Agar daya yang dibutuhkan terminal baru tersebut terealisasi , Kepala Bandara Juwata Tarakan Syamsul Bandri telah pengajuan permohonan terkait pasokan aliran listrik yang diperlukan kepada PT. PLN kota Tarakan.

Syamsul Bandri mengakui, komunikasi yang dilakukan dengan pihak  PLN , pengajuan tersebut telah disetujui. Sehingga total yang daya yang dibutuhkan bandara Juwata Tarakan sekitar 1100 Kva  termasuk kebutuhan listrik saat ini.

“Saat ini, untuk kebutuhan Terminal Bandara Juwata Tarakan yang sedang digunakan seluruh daya listrik sebesar 555 KVA juga. Jadi dengan adanya Terminal baru, maka seluruh kebutuhan listrik untuk Bandara Juwata Tarakan menjadi 1110 KVA,” Kata Syamsul Bandri, Sabtu (11/10/2014).

Rencananya, listrik akan mulai masuk ke Terminal baru pada bulan Desember, setelah seluruh pekerjaan pembangunan terminal sudah masuk tahap penyelesaian hingga 100 persen.

“Bulan Desember listrik sudah masuk keterminal baru, namun kalau listrik di Tarakan masih ada masalah, terpaksa akan menggunakan genset yang ada, hal ini dilakukan karena seluruh kegiatan penerbangan dari dan keluar Tarakan bergantung pada kebutuhan dan supply listrik. kalau ternyata kebutuhan listrik tidak bisa dipenuhi dengan genset yang ada, berarti keperluan listrik yang di terminal lama akan disiasati saja mana yang bisa di off kan, atau dipindahkan ke terminal baru,” Ungkapnya.

Menurutnya, dengan daya 555 KVA dari terminal lama sudah bisa mencukupi kebutuhan listrik di terminal baru.

“Tidak masalah, 555 KVA cukup saja untuk terminal baru, dan kita harapkan meskipun nanti ada masalah listrik tetapi tetap tidak berpengaruh dengan pengoperasian terminal baru,” harapnya.

Meskipun demikian, permasalahan listrik memerlukan perhatian serius. Pasalnya untuk keselamatan penerbangan diperlukan suplai aliran listrik khususnya untuk radar baru.

“Radar yang lama sebenarnya masih bagus, tetapi untuk pandangan di langit sebagai pengamanan penerbangan tidak sebaik Radar yang baru ini, makanya kita harapkan tidak ada masalah  nantinya ,” tuntas Syamsul Bandri (NY/ RUN)