Walikota : Hak Kemendag Cabut Status Pelabuhan Tarakan Sebagai Pelabuhan Import Produk Tertentu

0
375
Sofian Raga (tarakankota.go.id)
Sofian Raga  (tarakankota.go.id)
Sofian Raga (tarakankota.go.id)

MBNews, Tarakan – Belum berjalannya aktifitas bongkar muat di pelabuhan Tarakan yang sudah menjadi pelabuhan import produk tertentu sesuai dengan Peraturan Mentri Perdagangan (Permendag) Nomor 83/M-DAG/PER/12/2012 tentang ketentuan Import produk tertentu, akibat kurang gigihnya importir lokal dalam mengurus perizinan (label,red) Makanan Luar (ML) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Hal itu diungkapkan Walikota Tarakan Ir.Sofian Raga,M.Si, Selasa (14/10/2014)

Walaupun ada keinginan DPRD untuk membuat kebijakan lokal agar perdagangan lintas batas bisa terlaksana, menurut sofian hal tersebut tidak perlu dilakukan, sebab perdagangan antara Tawau Malasia dan Tarakan sudah diatur dalam permendag nomor 61/M-DAG/Per/9/2013 tentang perubahan atas Permendag 83/M-DAG/PER/12/2012 tentang ketentuan import produk tertentu.

“Tidak perlu dibuat kebijakan lokal, itukan sudah diatur dalam permendag. Jadi seharusnya importir yang lebih aktif bagai mana label ML bisa diperoleh izinnya, bukan pemerintah kota yang aktif.” Ungkap Sofian Raga.

Ketika ditanya bagaimana terhadap kemungkinan nama Tarakan akan dicabut dari permedag tersebut, jika aktifitas bongkar muat tidak berjalan hingga tahun 2015. Dengan tegas Sofian menjawab, kalau memang pelabuhan Tarakan tidak berjalan sebagaimana ketentuan permendag, maka hak Kementrian Perdagangan untuk mencabut status pelabuhan Tarakan sebagai Pelabuhan Import Produk tertentu.

“Kalau memang tidak berjalan, ya cabut saja itu hak kementrian perdagangan.”Tegasnya. (RUN)

Baca Juga :

Birokrasi Dipersulit, Kadin Minta Bubarkan Pelabuhan Import Produk Tertentu

Disperindakop Pastikan Import Produk Tertentu Pelabuhan Tarakan Akan Berjalan

DPRD Minta Disperindakop Sikapi Serius Persoalan Pelabuhan Import Tarakan