Warga Solo geram karena Jokowi lebih memilih proton

0
400
jokowi saat melihat mobil produksi proton (cnnindonesia)
jokowi saat melihat mobil produksi proton (cnnindonesia)
jokowi saat melihat mobil produksi proton (cnnindonesia)

MBNews, Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggandeng Proton, pabrikan mobil asal Malaysia benar-benar mengejutkan sejumlah pihak. Selain Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang menolak keras rencana itu, sejumlah warga Solo yang ditemui mengungkapkan pendapat yang sama.

Rencana tersebut hanya akan menguntungkan segelintir orang. Sebagian lagi berpendapat rencana itu menyakiti hati rakyat lantaran, Malaysia baru saja merendahkan martabat bangsa Indonesia.

“Kalau saya jelas kecewa mas, dulu Jokowi mengunggul-unggulkan Esemka, katanya enggak kalah sama Proton. Kalau pakai nama luar negeri apa itu namanya mobil nasional?” ujar Endang Kusumastuti, warga Pajang, Laweyan Solo

Endang yang dulu ragu dengan tuduhan banyak orang dan lawan politik Jokowi, sekarang ia percaya bahwa Esemka hanya untuk pencitraan.

“Dulu Pak Jokowi bilang Esemka enggak kalah sama Proton. Kalau yang namanya mobil nasional, ya produksi sendiri semuanya. Kalau untuk teknologinya bisa menggandeng negara yang maju bidang otomotifnya, seperti Jerman atau Jepang,” tandasnya.

Pendapat senada dikemukakan Anna Marita, warga Jambangan, Sragen. Menurut dia, dulu Jokowi pernah berjanji untuk membesarkan Esemka. Namun sekarang ia lupa dengan janjinya itu.

“Dulu niatnya pak Jokowi kan membesarkan Esemka. Sampai-sampai dia harus bolak-balik uji kelayakan ke Jakarta. Kenapa sekarang justru malah menggandeng Proton dari negara tetangga?” ucapnya.

Menurut Anna sebenarnya mobil yang dibuat oleh Indonesia cukup banyak. Tetapi mereknya memang berasal dari luar negeri. Seperti Toyota dan Honda, meski kandungan lokalnya hanya sedikit.

“Rasanya nanggung kalau cuma menggandeng Proton. Kalau niatnya dulu mengenalkan Esemka, ya harus dibesarkan sekalian. Kerja sama dengan pabrikan besar sekalian, seperti Toyota, Honda atau Hyundai. Apalagi merek-merek Jepang itu kan juga sudah ada pabrik di Indonesia,” tuturnya.

Pendapat berbeda dikemukakan Wisti Valerina, warga Kadipiro, Banjarsari, Solo. Meski kecewa, ia mengajak masyarakat berpikir positif terhadap rencana tersebut.

“Kalau memang niatnya ngambil ilmu dari Proton kaitannya sama pengembangan industri mobil Indonesia enggak salah kok. Tapi kalau niatnya lain, atau ada kepentingan politik di dalamnya yang kita belum tahu apa itu, ya kita pasti kecewa,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Wisti, langkah Jokowi sebagai presiden harus dihargai. “Enggak ada kan bapak (presiden) yang mau menyengsarakan keluarganya (rakyatnya)?” terangnya.

“Malaysia itu baru saja merendahkan kita, menghina bangsa Indonesia dengan iklan yang kemarin. Masak Jokowi malah menggandeng Proton, apa kita mau dihina lagi? Kerja sama boleh saja, tapi negara yang lebih maju kan banyak,” pungkas M Rifky warga Kentingan, Jebres. (merdeka.com/hfa)