Warga Tarakan Temukan Beras Plastik ?

0
464
Wati Melihatkan Beras Yang Lengket Usai di Masak, Nampak Terlihat Seperti Lem (nur)
Wati Melihatkan Beras Yang Lengket Usai di Masak, Nampak Terlihat Seperti Lem (nur)
Wati Melihatkan Beras Yang Lengket Usai di Masak, Nampak Terlihat Seperti Lem (nur)

MBNews, Tarakan – Baru saja Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM) Tarakan sudah melakukan razia kebeberapa Distributor dan Pedagang beras,  Senin (25/5/2015), dan nihil ditemukan beras plastik yang dicampur dengan beras asli. Hal tersebut tidak membuat warga Tarakan yakin begitu saja, bahkan tingkat kekhawatiran warga terhadap beras plastik semakin tinggi. Ini bisa dilihat dengan adanya posting dari Ayu Kumadang Gunawan melalui akun facebooknya, yang menuliskan status adanya beras plastik ditemukan oleh kerabatnya pada saat memasak nasi.

Postingan akun Facebook Ayu Kumadang Gunawan yang dishare di facebook forum Peduli Kota Tarakan (PDKT) menjadi perhatian nitizen, pasalnya Ayu menggambarkan  kondisi beras yang dimasaknya seperti saat menjadi nasi sedikit mengkilat, dan ada lem dipinggiran penanak nasi.

Melihat postingan tersebut, merahbirunews.com mencoba menelusurinya dengan mendatangi alamat rumah Ayu Kumadang di jalan Yos Sudarso Gang Pinus 2, RT 13, Kelurahan Lingkas Ujung. Setibanya dirumah Ayu, Deri Wati yang merupakan ipar Ayu Kumadang, menceritakan kronologis dugaan beras yang ia masak terkontaminasi beras plastik asal negri tirai bambu Cina.

“Agak curiga beras yang dimasak ada campuran beras plastik mas, saat menjadi nasi terlihat mengkilap, bahkan ada seperti lem dipinggiran wadah penanak nasi,” ungkap  Wati, Selasa (26/5/2015)

Karena tidak ingin keracunan atau timbul masalah kesehatan saat mengkonsumsi nasi tersebut, Wati dan keluarga Ayu Kumadang enggan terlalu memakannya.

“Kami baru coba beras merek ini, sebelumnya menggunakan beras merek lain jika memasak nasi, nah ini beras sempat kami tes, saat dibakar ada bau plastik,” jelasnya.

Wati melanjutkan ceritanya, selain memasak nasi, dengan beras yang sama ia memasak bubur buat anaknya yang berumur satu tahun, hasilnya sama warna bubur mengkilap.

“warna bubur yang mengkilap, takut anak saya ada apa, makannya cukup sedikit saja, mau di habiskan ragu, nanti kalau keracunan bagaiman,” ucap wati.

Untuk memastikan beras tersebut beras sitentis atau bukan, seperti kekhawatiran Ayu dan Wati. Dilakukan pengecekan dengan merendam beras tersebut dengan air, alhasil terlihat tak satupun beras mengapung di air, sebab jika beras tersebut mengapung menandakan ada indikasi beras sudah tercampur dengan beras plastik, begitu juga saat dibakar tidak ada bau plastik terbakar, dan saat digigit beras tersebut rapuh, tidak terkesan alot seperti bahan plastik pada umumnya.

Dilain sisi Kepala Disperindakop dan UMKM Tajuddin Tuwo memastikan, Tarakan dianggap daerah bebas dari beras plastik, hal itu dibuktikan dengan razia yang diakukan, tidak satupun ditemukan beras yang dioplos dengan beras plastik baik di Distributor dan pedagang beras.

“Hasil razia tidak ada ditemukan beras plastik,” tegas Tajuddin.

Bahkan Kabid Perdagangan Disperindakop Untung Prayitno, dari awal beredarnya masalah beras sintetis, Disperindakop Tarakan telah berkordinasi dengan Kementrian Perdagangan, dan beras tersebut diyakinkan tidak ada di Tarakan.

“Tarakan bukan daerah pengimpor beras, sehingga ketika ada beras impor masuk ke Indonesia tentunya lewat pelabuhan import yang ada Jakarta dan Surabaya. Intinya, masyarakat memang perlu waspada, tapi hasil sidak yang sudah dilakukan Disperindakop dengan Satpol PP dan Polres kemarin tidak ditemukan beras sintetis,” tegas Untung. (nur)