Waspada Ayam Tiren! Polres Tarakan tangkap 1 oknum penjualnya

0
560
Petugas dari Disnaktan lakukan pemeriksaan dugaan ayam tiren yang disita dari penjualnya (ctr)
Petugas dari Disnaktan lakukan pemeriksaan dugaan ayam tiren yang disita dari penjualnya (ctr)
Petugas dari Disnaktan lakukan pemeriksaan dugaan ayam tiren yang disita dari penjualnya (ctr)

MBNews, Tarakan – Unit Tindak Pidana Tertentu –Tipiter- Polres Tarakan bersama Disprindagkop dan Disnaktan Pemerintah kota Tarakan melakukan Investigasi dugaan beredarnya Ayam Tiren di salah satu pasar yang ada di Kota Tarakan.

Kasubag Humas Polres Tarakan IPTU Kamson Sitanggang, Rabu (23/4/2015) mengatakan, dari hasil Investigasi yang dilakukan, petugas berhasil menemukan salah satu oknum pedagang ayam potong yang menjual ayam mati kemudian dipotong untuk dijual kepada konsumen.

Oknum penjual dan barang bukti 4 ekor ayam potong tersebut sudah diamankan di polres Tarakan. untuk membuktikan ayam tersebut merupakan ayam yang sudah mati lalu kemudian dipotong, petugas masih lakukan penyidikan.

“Kami akan melihat perkembangannya apabila benar ayam tersebut mati duluan kemudian dipotong akan ada sanksi hukumnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk sanksi hukumnya, seperti dari disnaktan dan MUI,” Jelas Kamson

Sementara itu drh Wikan Addi yang merupakan Kepala Seksi kesehatan veteriner Disnaktan Tarakan menuturkan, dari pemeriksaan terhadap salah satu sempel dari 4 potong ayam yang diduga mati kemudian dipotong tersebut itu benar, karena terlihat dari darah yang ada pada daging ayam itu tidak keluar semua. Ditegaskan, apabila ayam mati duluan kemudian di potong dagingnya cepat busuk dan bila dikonsumsi akan menyebabkan sakit perut.

“Untuk memengetahui ayam seperti itu secara gampang bisa dilihat pada daging di bagian sayap, dada, dan lehernya apabila masih ada darah, jadi untuk penjualan daging itu harus ada syarat legalnya dan halalnya,” Pungkasnya

Disamping itu Kepala Dinas Disperindagkop Kota Tarakan Tajjudin Tuwo menjelaskan, investigasi ini dilakukan ini karena adanya laporan dari masyarakat bahwa ada penjual ayam tiren. Namun dari pengakuan oknum penjual tersebut diketahui ayam itu dijual untuk makanan hewan pemakan daging bukan untuk dikonsumsi manusia.

“Walaupun penjual ayam seperti ini tidak semua ada, kami harapkan agar tidak terjadi hal seperti ini, karena akan menghawatirkan para konsumen,” Harapnya (ctr/hfa)