Bentol Ditangkap, Siap Tuntut Walikota Lengser Dari Jabatanya

0
612
Aksi Demo Pedagang Bentol di Sekretariat DPRD Tarakan, Meminta Kebijakan Walikota Tarakan untuk Tidak Melarang Penjualan Bensin Eceran dalam Bentuk Botolan (run)
Aksi Demo Pedagang Bentol di Sekretariat DPRD Tarakan, Meminta Kebijakan Walikota Tarakan untuk Tidak Melarang Penjualan Bensin Eceran dalam Bentuk Botolan (run)

MBNews, Tarakan- Walaupun sudah jelas hasil hearing antara penjual bensin botolan yang tergabung dalam forum pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) botolan dengan Walikota Tarakan Ir.Sofia Raga,M.Si bersama DPRD, Selasa (11/11/2014), yang pada kesimpulannya Walikota tetap melarang penjual bentol menjual premium bersubsidi, namun tidak mematahkan semangat juang penjual bentol, untuk tetap berjualan dengan tidak memperdulikan larangan tersebut demi sesuap nasi.

Kepada MBNews, Ketua forum pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) botolan Riduan AK mengatakan, pihaknya akan tetap berjualan bentol, pasalnya surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM) tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

“kami akan tetap berjualan bentol. Walaupun Walikota mendukung surat edaran dari Disperindakop dan UMKM terkait penertiban penjual bentol, kami berjualan bentol demi keluarga, sesuap nasi.” Ucap Ridwan AK dengan mata berkaca-kaca karena sedih melihat pemimpin Tarakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Ridwan mengungkapkan, keputusan Walikota sangat tidak populis,seolah-olah bentol yang menjadi penyebab antrian panjang selama ini di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), padahal menurutnya, ada atau tidaknya penjual bentol antrian di SPBU tetap terjadi, bahkan setelah beberapa hari tidak berjualan bentol,antrian di SPBU baik itu kendaraan yang mengisi premium maupun pertamax tetap terjadi.

Disisi lain Riduan Menegaskan, jika pada saat penjual bentol tetap melakukan aktifitas berjualan bensin eceran dan diamankan oleh pihak kepolisian atau satpol PP, maka seluruh penjual bentol kembali melakukan aksi yang lebih besar, bahkan dirinya memastikan penjual bentol siap menduduki DPRD Tarakan dan meminta agar Walikota Tarakan Sofian Raga turun dari jabatannya.

“Pada saat kami tetap menggelar bentol dan nantinya diamankan oleh kepolisan atau Satpol PP, kami akan demo besar-besaran siap untuk bermalam di DPRD, serta tidak segan meminta agar menurunkan Walikota Tarakan Sofian Raga dari jabatannya, kami minta walikota bertanggung jawab atas masalah ini, tanpa memberikan solusi yang terbaik bagi penjual bentol.” (mad/run)