Gempa 7,3 SR Di Maluku Utara, Waspada Terjadinya Tsunami !

0
439
Daerah Potensi Tsunami Gempa 7,3 SR Maluku Utara (bmkg.go.id)
Daerah Potensi Tsunami Gempa 7,3 SR Maluku Utara (bmkg.go.id)
Daerah Potensi Tsunami Gempa 7,3 SR Maluku Utara (bmkg.go.id)
Daerah Potensi Tsunami Gempa 7,3 SR Maluku Utara (bmkg.go.id)

MBNews, Gempa 7,3 SR Di Maluku Utara, Waspada Terjadinya Tsunami ! Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir peringatan dini terjadinya tsunami terkait gempa yang melanda Maluku Utara dengan kekuatan gempa 7,3 SR dengan pusat gempa tersebut berada di lokasi 1,94 Lintang Utara, 126.50 BT dengan kedalaman 10 Km atau 132 Km Barat Laut Halmahera Barat pada Sabtu (15/11/2014) pukul 11.31 WIT.

Terkait gempa 7,3 SR Maluku Utara, Kepala BMKG Ternate, Suwardi ketika dihubungi mengatakan pusat gempa tersebut berada di lokasi 1,94 Lintang Utara, 126.50 BT dengan kedalaman 10 Km atau 132 Km Barat Laut Halmahera Barat. Selain itu, gempa juga terjadi di 156 KM tenggara laut Ternate dan 180 KM barat laut Kota Sofifi, ibu kota Malut yang guncangannya cukup terasa dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut.

Baca Juga :

Sejauh ini belum diperoleh laporan adanya korban jiwa atau kerusakan fisik akibat gempa tersebut. Namun BMKG dan instansi terkait telah mengimbau kepada masyarakat, terutama yang bermukim di daerah pesisir pantai untuk menjauhi garis pantai.

Gempa yang terasa cukup keras tersebut membuat warga di Kota Ternate berhamburan ke luar rumah, karena khawatir akan mengakibatkan rumah mereka roboh. Warga yang berbelanja di sekitar Jatiland Mal dan Pasar Gamalama panik dan mencoba mencari titik aman untuk menyelamatkan diri karena khawatir terjadinya musibah akibat guncangan gempa yang terasa keras tersebut.

Akibat gempa yang cukup keras ini membuat listrik di Kota Ternate langsung padam. Namun belum diperoleh keterangan resmi dari PT PLN apakah disebabkan karena kerusakan mesin dan gangguan jaringan atau karena untuk mengantisipasi terjadinya tsunami, mengingat lokasi PT PLN Ternate berada bibir pantai.

Suwardi juga meminta kepada masyarakat yang berada di sekitar bibir pantai untuk tidak panik dan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait jika sewaktu-waktu terjadinya air surut, maka segera mencari tempat yang aman.

“Saya meminta kepada warga yang bermukim di tepi pantai, kalau ada air laut surut pasca-terjadinya gempa maka segera melaporkan kepada instansi terkait,” katanya, seperti dilansir Antara, Sabtu (15/11). (merdeka.com/XYD)