Mungkin kamu dulu ketika kecil pernah denger rayap, tapi gak tau rayap itu seperti apa bentuknya, dampaknya terhadap rumah kita. Khususnya rumah berbahan dasar kayu. Kita sering banget nyalahin cuaca atau kualitas kayu kalau ada perabotan yang jabuk dimakan rayap. Padahal, tanpa sadar, kadang kebiasaan kita sendirilah yang ngasih makanan ke serangga kecil ini masuk ke rumah.
Coba ingat-deh, pernah gak numpuk kardus bekas belanjaan di sudut gudang atau garasi yang lembap? Kardus itu kan terbuat dari selulosa, yaitu bahan dasar yang semacam jadi makanan favoritnya rayap selain kayu! Tumpukan kardus yang dibiarkan berbulan-bulan di tempat gelap itu jadi sasaran empuk buat mereka.
Selain itu, masalah kelembapan juga sering banget kita remehkan. Pipa pembuangan yang rembes sedikit, atau talang air yang bocor dan bikin dinding terus-terusan basah, itu surga dunia buat koloni rayap. Mereka nggak bisa hidup di tempat yang benar-benar kering, makanya mereka selalu mencari sudut-sudut lembap di rumah kita untuk berkembang biak.
Satu lagi yang sering kejadian: menaruh furnitur kayu nempel langsung dengan tanah atau dinding yang basah. Jarak yang terlalu rapat bikin sirkulasi udara jadi jelek dan kayu gampang lembap. Makanya, disarankan ada semacam ganjalan/ sekat antara furnitur kayu dengan alas tumpuan.
Pencegahannya sebenarnya simpel banget kok, tak perlu repot untuk jasa basmi rayap ini. Mulai dari rutin membuang tumpukan kardus yang nggak terpakai, segera perbaiki pipa yang bocor, dan kasih jarak sedikit antara furnitur kayu dengan dinding. Rumah yang kering, bersih, dan punya sirkulasi udara bagus adalah musuh alami buat rayap. Yuk, mulai ubah kebiasaan kecil ini dari sekarang! Jangan sampai nanti rumah kamu jadi sarang rayap lho.








