Sah, APBD Tarakan 2015 1 Triliun 83 Milyar

0
1292
Unsur Pimpinan DPRD Tarakan dan Walikota Tarakan saat menandatangani pengesahan Raperda APBD Tarakan 2015 (hfa)
Unsur Pimpinan DPRD Tarakan dan Walikota Tarakan saat menandatangani pengesahan Raperda APBD Tarakan 2015 (hfa)

MBNews, Tarakan – Pemerintah Kota Tarakan bersama DPRD Tarakan akhirnya mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan tahun 2015 sebesar Rp. 1.083.129.547.000,00. Pengesahan Perda APBD 2015 Tarakan tersebut dilakukan saat rapat paripurna DPRD Tarakan ke XVII masa Persidangan III Tahun 2014 di Ruang Rapat Utama DPRD Tarakan, Senin (29/12/2014).

Saat dibacakan Sekretaris Badan Anggaran DPRD Tarakan Bob Syahruddin S.E M.M, nilai APBD tahun 2014 Tersebut terdiri dari, pendapatan asli daerah sebesar Rp.125.775.000.000,00. Dana perimbangan Rp.426.240.494.000,00. Pendapatan daerah lainnya yang sah yakni Rp.231.114.053.000,00 selain itu hingga sisa lebih pengunaan anggaran atau silpa sebesar Rp.300.000.000.000,00.

“Sementara itu rasio antara belanja tidak langsung dan belanja langsung yakni 45% dibanding 55% dengan rincian, Rp.497.502.559.772,00 untuk belanja tidak langsung dan Rp.585.626.987.228,00 untuk belanja langsung.” Ujar Bob dihadapan tamu undangan sidang paripurna

Walikota Tarakan SOFIAN RAGA mengungkapkan setelah ditetapkan tim anggaran pemerintah kota Tarakan dan seluruh SKPD akan melakukan kinerjanya mulai awal tahun 2015. Perkerjaan yang akan dilakukan disesuaikan dengan rencana kerja yang sudah disusun oleh masing-masing SKPD.

“Saya harapkan anggaran yang ada tersebut dapat dimaksimalkan sesuai dengan program di tiap SKPD untuk kepentingan masyarakat.” Kata Sofian

Sofian menambahkan, terkait adanya program Tunjangan Perbaikan Penghasilan atau TPP akan tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karena hal ini merupakan penghargaan bagi PNS yang melakukan kinerja dengan baik. Mengenai TPP tersebut disoroti oleh beberapa fraksi di DPRD tentu hal tersebut akan menjadi cacatan dan akan dilihat seperti apa kedepannya.

“Tentu kita lihat nanti, seperti apa yang akan berjalan anggaran ini, yang jelas rasio belanja modal yang lebih tinggi itu sudah baik sekali.” Pungkas Sofian Raga (HFA)