Trend menjadi guru: What makes a good teacher?

0
778

Trend menjadi guru: What makes a good teacher?

Aries Utomo, S.Pd.

(aries.utomo91@gmail.com)

Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Inggris

Universitas Sebelas Maret, Surakarta

 

aries walker2

Artikel sederhana ini disajikan sebagai salah satu bentuk pemikiran tentang dunia pendidikan saat ini, pendidikan selalu menjadi prioritas pemerintah dengan berbagai kebijakan dan strateginya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Namun hal itu dirasa tidak akan bisa terlaksana dengan baik tanpa andil dari orang yang sangat spesial, selalu dikenang dimanapun, dan dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dalam mendidik para generasi penerus harapan bangsa ini, yaitu guru.

Guru itu digugu dan ditiru, itulah ungkapan yang sering kita dengar. Menjadi guru bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Seorang guru harus berdiri didepan murid-muridnya, mempunyai strategi dan perencanaan yang baik, mampu mengajar dan menyampaikan materi dengan jelas serta menjawab setiap pertanyaan dari anak didiknya, memiliki manajemen kelas yang baik, dan pastinya selalu menjadi contoh bagi murid-muridnya. Saat ini menjadi seorang guru merupakan trend bagi masyarakat, hal ini dianggap karena kesejahteraan guru sudah lebih baik dari era sebelumnya. Banyak yang lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat berbondong-bondong mendaftar di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan yang ada diseluruh penjuru negeri ini dengan dilatarbelakangi satu alasan utama yaitu ingin menjadi guru. Faktanya, kesejahteraan guru itu tidak akan dengan mudah dicapai bila tidak dengan usaha yang sungguh-sungguh, ada berbagai macam kriteria-kriteria tertentu yang harus dilewati oleh seorang guru. Menjadi guru dengan minim pengalaman, persiapan dan pengetahuan bukanlah jaminan bisa mengantarkan seorang guru itu bisa dikatakan sukses, hal inipun akan berpengaruh bagi muridnya dalam prestasi dan pelajaran. Banyak hal yang harus diketahui guru bukan hanya mengajar tetapi juga harus tahu bagaimana memaknai dan mengabdikan diri sepenuhnya sebagai seorang guru.

Menurut UU No.14/2005 Bab I pasal 1 ayat 1, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Bisa dikatakan bahwa guru tugasnya bukan hanya mengajar tetapi juga memilki peran-peran penting lainnya, seperti mendidik, membimbing, mengevaluasi muridnya dalam proses pembelajaran. Dalam upaya-upaya tersebut, guru juga harus memiliki beberapa kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional (PP No.32/2013 tentang Standar Nasional Pendidikan). Hal tersebut juga dirasa kurang apabila seorang guru tidak memiliki terobosan-terobosan yang mumpuni. Seorang guru harus bisa membuat suatu terobosan yang bisa diperhitungkan dalam rangka mencapai keempat kompetensi yang diamanatkan dalam peraturan tersebut. Hal ini sangat diharapkan bisa merubah paradigma-paradigma yang selama ini dirasa kurang bermanfaat dalam kemajuan pendidikan.

Di zaman modern seperti ini, kemudahan dalam mengakses berbagai informasi sangat berguna bagi seorang guru untuk mengajarkan, mengevaluasi dan bahkan mengembangkan hal-hal yang baru bagi anak didiknya. Seorang guru harus peka dan jeli terhadap perkembangan dan situasi dari murid-muridnya dalam proses pembelajaran. Karena hal-hal tersebut akan berpengaruh terhadap prestasi dan motivasi dalam belajar.

Sebelum lebih jauh melangkah kesana, ada baiknya seorang guru harus memiliki beberapa keunggulan, ada beberapa tips yang bisa disimpulkan untuk menjadi seorang guru. Jeremy Harmer dalam bukunya “How to teach English” (2001) menuliskan beberapa tips yang membuat seorang guru itu sebagai a good teacher, sebagai berikut:

  1. Seorang guru harus mencintai pekerjaannya. Hal ini sangat penting sekali bagi seorang guru, cintailah pekerjaan sebagai seorang guru. Dengan demikian, hal ini akan membuat seorang guru bisa lebih mudah dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya seorang guru.
  2. Membuat pembelajaran yang menarik. Murid-murid tidak akan bisa termotivasi dalam pembelajarannya, bila guru hanya mengajar ala kadarnya. Datang, memberi materi, tugas, diperiksa, kemudian selesai. Bagi murid, hal tersebut sangat membosankan, dilakukan berulang-ulang, dan hanya mengikuti instruksi dari guru serta timbulnya rasa malas untuk berkembang. Buatlah pembelajaran yang menarik dan bisa mengubah suasana kelas menjadi lebih atraktif. Kemudahan dalam mengkases informasi di zaman sekarang ini, sangat membantu dalam mengembangkan metode-metode mengajar yang lebih up to date.
  3. Memiliki kepribadian yang baik dan bagus. Hal ini sangat berpengaruh, karena guru merupakan panutan bagi murid-muridnya. Guru yang tidak memiliki kepribadian tersebut membuat murid merasa tidak tertarik dan termotivasi ketika diajar oleh guru tersebut.
  4. Memiliki selera penghibur dalam nilai positif bukan pada nilai negatif. Siswa dibuat terhibur dan senang. Namun, keseimbangan antara hiburan dan pembelajaran harus tetap seimbang. Hal ini bisa membuat pembelajaran yang tegang bisa lebih santai tetapi serius. Siswa akan selalu merindukan untuk diajarkan pelajaran oleh guru tersebut.
  5. Memiliki sisi humanis. Guru harus memiliki jiwa humanis kepada murid-muridnya. Ajarlah murid-murid sebagaimana layaknya orang tua yang selalu memberi perhatian pada anaknya sendiri. Buatlah siswa terasa dekat namun tetap disegani sebagai guru.
  6. Siap mendengar segala masalah yang sedang dihadapin muridnya. Jika murid sedang memiliki masalah, ada baiknya kita sebagai seorang guru berperan untuk melakukan pendekatan dalam hal-hal positif . Ajak dia duduk bersama, kemudian mendengarkan masalah yang sedang dia hadapin, dan memecahkan masalah atau memberi saran terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini penting sekali bagi seorang murid yang sedang tidak dalam kondisi semangat, bisa saja berpengaruh terhadap segala aktivitas belajarnya.

Selain itu, Willam A. Ward mengkategorisasikan 4 karakter dari guru, yaitu (1) guru yang biasa-biasa saja memberi tahu, (2) guru yang baik menjelaskan, (3) guru yang bagus menunjukkan bagaimana caranya, dan (4) guru yang luar biasa menginspirasi murid-muridnya.

Dari beberapa point yang dijelaskan tersebut, bisa dikatakan bahwa guru dalam menjalankan tugasnya memiliki banyak peran penting dan kategorinya bagi kemajuan dan prestasi muridnya. Sehingga seorang guru jangan sampai salah langkah atapun salah didik pada murid-muridnya. Apakah kita sudah layak sebagai seorang guru? apakah kita sudah mumpuni dalam mengajar? Hal ini perlu menjadi gambaran bagi kita sebelum siap untuk menjadi guru bukan sekedar mengikuti trend semata. Jadilah seorang guru yang bisa selalu menjadi kebanggaan bagi murid-muridnya dan bisa mendidik para generai harapan bangsa dengan baik.

Semoga bermanfaat dan bisa mengisipirasi para calon pendidik, guru, dan pembaca.