Tolak PTLB,Gopek Ajak Warga Gelar Aksi

0
509
Selembaran dari GOPEK tentang tolak PTLB yang beredar di kalangan masyarakat Tarakan
Selembaran dari GOPEK tentang tolak PTLB yang beredar di kalangan masyarakat Tarakan
Selembaran dari GOPEK tentang tolak PTLB yang beredar di kalangan masyarakat Tarakan
Selembaran dari GOPEK tentang tolak PTLB yang beredar di kalangan masyarakat Tarakan (HFA)

MBNews, Tarakan – Banyaknya keluhan masyarakat yang merasa keberatan akibat Penyesuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) sebesar 59% yang diberlakukan oleh pemerintah dan PT PLN Tarakan, membuat Gabungan Organisasi Peduli Kelistrikan (Gopek) mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan aksi turun kejalan.Aksi ini pun rencananya akan dilaksanakan Kamis 25 September 2014 mendatang.

Ajakan aksi kepada masyarakat tersebut tertuang dalam selebaran yang dibagikan oleh Gopek di perempatan Grand Tarakan Mall (GTM) Tarakan, Selasa (23/9/2014) sore.Selain dengan selebaran, ajakan tersebut juga menyebar melalui Short Message Service (SMS) dan Blackberry Messenger (BBM).

Koordinator Aksi Akbar Syarif S.Pi mengungkapkan, isi tuntutan yang akan disampaikan pada saat aksi nanti adalah menolak adanya PTLB sebesar 59% dengan mencabut perwali nomor 17 tahun 2014.Selain itu ada juga opsi untuk pengembalikan PT PLN Tarakan ke Pusat, dan Pemerintah maupun DPRD Tarakan harus memberikan sanksi kepada PT PLN Tarakan terkait penyimpangan Perwali Nomor 17 tahun 2014 tentang PTLB.

“Tuntutan itu berdasarkan banyaknya aspirasi masyarakat yang berkembang akibat PLTB ini.”ungkapnya.

Untuk itu Akbar mengajak masyarakat yang mendukung dan sepakat terhadap tuntutan tersebut agar dapat menunjukan sikap dan ikut bersama-sama melakukan aksi pada hari Kamis besok.Karena menurut Akbar,diam bukan solusi yang tepat saat ini untuk mengehntikan PTLB yang sangat memberatkan masyarakat.

“Walaupun kami mengajak masyarakat, saya harapkan di dalam aksi nanti tetap bisa berjalan damai dan tidak anarkis, ini sesuai dengan arahan bapak Kapolres untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan.” Tuntas Akbar.(HFA/NY)